Go: Pulau Pahawang & Kiluan (Part II)

chooselanguage/pilihbahasa

 

Dear Friends,

Travelers Hi Five!

 

Halo Sahabat!

 

Salam jalan-jalan!

Nah akhirnya aku bisa terusin post tentang pengalaman traveling-ku ke Lampung. Pada post Pulau Pahawang dan Kiluan Part 1, aku menceritakan tentang Pulau Pahawang. Kali ini pada post Pulau Pahawang dan Kiluan Part 2 aku akan ceritakan tentang Kiluannya.

 

Kami berangkat dari Pulau Pahawang menuju Pelabuhan Ketapang!

IMG_2746

IMG_2704

IMG_2756

IMG_2759

Road Trip menuju Teluk Kiluan sekitar dua jam dimulai…

 

IMG_2770

IMG_2772

1457937250058

 

Kami masih lanjut dengan ‘alphard’ merah garang yang berjasa banget antarkan kami kemana-mana selama traveling.

 

1457937295524

Ini adalah gerbang masuk ke Teluk Kiluan. Cuacanya? Tentu saja panas pake banget! Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam dari Pahawang hingga tiba di Kiluan.

Uniknya saat memasuki Kiluan, aku sempat merasa kalau suasana daerah ini cukup akrab. Dari alamnya, suasananya, dan rumah-rumah penduduknya. Semakin dalam aku jadi semakin mengerti kenapa… Ternyata di daerah Kiluan banyak tinggal orang-orang Bali yang dulunya bertransmigrasi untuk tujuan agraria. Pantas saja sedari tadi terus saja mobil kami melewati rumah berukiran Bali yang berderet. Senangnya, seperti di kampung halamanku sendiri rasanya.

Kami tiba di penginapan kami yang berupa saung sederhana berisi tiga kamar. Kami menyimpan barang-barang bawaan kami, makan siang lalu melanjutkan perjalanan menuju Laguna Gayau dengan berjalan kaki.

 

1457937427066

 

Trekking!!

Iya ‘cumatrekking bukit kecil tapi aku sudah habis nafas. Rasanya kaki mau copot dan jantung lari gak karuan. Kacau, sudah lama gak olah raga sehabis sakit seperti itulah jadi staminanya.

Jadi malu, aku digendong oleh sobatku Yogi sebentar sebelum sok-sok’an jalan sendiri lagi. Tapi Yogi terus tuntun kalau tidak pasti sudah nyungsep cantik ke semak-semak.

kami pun tiba di tepi pantai teluk kiluan..

 

image

IMG_2802

IMG_2822

IMG_2790

IMG_2783

1457937527010

IMG_2811

 

1457937550009

1457938035972

image5

 

Cantik yaa!

Setelah beristirahat beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan ke Laguna Gayau.

1457939009253

 

Trekking di atas bebatuan karang, jadi harus ekstra hati-hati… Terutama bagi aku.

1457937547220
1457937544286

1457937540820

1457937556885
1457937560555

 

Sampai di Laguna Payau.. satu kata.. INDAH! Serasa ada di jacuzzi berair dingin alami ❤️

IMG_2848

IMG_2859

IMG_2856

IMG_2825

1457938485699

1457938497115

1457938505713

1457938491223

IMG_2866

IMG_2868

IMG_2865

IMG_2869

image1(5)

 

Nah nah… Pulangnya berjuang lagi.. Aku bener-bener sudah kehabisan energi rasanya. Digendong lagi sama Yogi, kali ini lebih lama. Kasiaaaan Yogi….

Maluuuu!!

Makasihh banyaaaak Yogi!!

 

1457857743301

IMG_2871

 

Setengah mati rasanya padahal ini bukit kecil, biasanya aku juga mendaki gunung tak pernah ada masalah sebelumnya. Jadi bertekad untuk kembalikan stamina lagi. Semangat!!

Nah ini penginapan kami.

IMG_2782

IMG_2779

IMG_2776

Tiga kamar tidur dan berjejer kamar mandinya. Dibangun tepat di tepi laut. Asyik!

Sederhana tapi memuaskan.

 

Kami beristirahat sebentar dan sore hari melanjutkan perjalanan ke Pulau yang dipanggil Pulau. Hahahaha! Becanda, namanya Pulau Kelapa.

Grup kami dibagi menjadi dua jukung (perahu kayu) yang berangkat menuju Pulau Kelapa. Tempat naik jukungnya dekat, hanya di sebelah penginapan kami.

 

Cuaca mulai hujan gerimis.

 

IMG_2872

IMG_2878

IMG_2884

 

image

1457938407746

1457938393821

IMG_2886

IMG_2908

IMG_2909

IMG_2910

IMG_2912

IMG_2921

IMG_2924

IMG_2927

Pulau ini cantik sekali. Air lautnya berwarna hijau dan biru yang berpadu indah. Tempatnya tenang dan terpencil. Belum terlalu banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Kelapa.

Hujan deras mengguyur kami, tapi tidak menghentikan kami menikmati Pulau Kelapa meski harus basah kuyup. Kami sekalian saja snorkeling dalam hujan lebat. Ternyata, air lautnya malah terasa hangat.

1457937395174

1457937407023

1457937376010

 

1457928594882

1457937379540

1457937390043

1457938240808

1457937324708

image

 

Menyenangkan! Berendam di air laut yang hangat di tengah guyuran hujan, dengan para sahabat yang selalu saja buat terbahak-bahak. Betah tapi takut masuk angin… Hehehe!

 

Malam menjelang, kami makan dan barbeque-an menyambut Ulang Tahun ke-31 si kembar Yogi dan Yoga.


1457877964043

1457937951871

1457937948251

image

1457937644656

image

image

Malam kedua yang lelah tapi indah.

Hari ke-tiga kami di Kiluan, pagi sekali pukul 6.00 kami berangkat untuk melihat lumba-lumba di samudra lepas. Tiga jukung dengan tiga orang per jukung berpencar untuk mengarungi samudra (lebay).

 

Aku, Tiss dan Yoga berperahu bersama.

IMG_2929

IMG_2937

IMG_2939

IMG_2942

IMG_2941

Jukung kami pulang pertama dan tidak berhasil melihat lumba-lumba. Sesungguhnya karena kami menyerah dan minta kembali duluan. Kami merasa tidak enak badan ketika terapung di laut selama tiga jam lamanya. Kami tidak bawa topi atau jaket sementara jukung sangat terbuka dengan mentari yang bersinar sangat menyengat. Jadi sebelum kami pingsan dikukus samudra kami lambaikan bendera putih pada Abang Pembawa Perahu yang sepertinya kecewa karena tidak berhasil menunjukkan lumba-lumba pada grup kami. Maaf ya Bang!

Tenang, kedua jukung yang lain berhasil kok bertemu lumba-lumba. Jadi memang harus sabar, jangan ikuti kami ya!

Jadi, kalau kalian mau melihat lumba-lumba di tengah samudra, siapkan sunblock, payung, topi atau atribut yang bisa membantu mengurangi panas saat perjalanan laut. Obat anti mabuk juga kalau perlu…

Ketiga perahu kembali dengan selamat. Waktunya kami bersiap untuk pulang ke Bandung.

 

Di Lampung, kami mampir makan siang di Bakso Sony yang terkenal. Dan memang ueeenaaaaak! Rekomen deh untuk makan di sini. Ternyata di Jakarta sudah ada loh cabang Bakso Sony ini. Bandung segerakan juga dong Pak Haji!

 

 

image

Belanja untuk oleh-oleh di Toko Yen Yen, yang aku rekomen keripik pisang dan sambal khasnya. Yum yum! sambalsumber: google.com

1457939065666

image

seperti biasa, kami terdampar lama di bandara…

 

Kemudian sekitar setengah jam perjalanan udara kami pun tiba di Jakarta.

1457939167469

image

Lanjut dengan shuttle menuju Bandung, kami pun tiba di rumah masing-masing dengan selamat sentosa dirgahayu.

 

Trip Pertama KLDB ini sukses, dan kami pun mulai melakukan trip-trip lainnya setelahnya. Sendiri, sebagian atau bersama-sama. Dari sembilan orang, berkembang menjadi belasan orang, kami harap kami akan terus kompak melakukan perjalanan-perjalanan seru bersama.

 

Berita sedih datang dari Komisaris grup kami, Yogi Mohammad Siddik yang mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan ke Nusa Penida, Bali. Yogi mengalami kecelakaan yang cukup fatal karena terhempas ombak dan terbentur karang saat berdiri mengambil foto di Angel Billabong. Luka Yogi cukup serius, kehilangan sembilan gigi dan harus mendapatkan belasan jahitan di kepala. Tapi sekarang Yogi sedang beristirahat dan memulihkan luka-lukanya. Mohon doanya dari semua agar Yogi segera pulih dan sehat kembali.. Harus! Siapa yang gendong kalau aku lelah leuleus Goy?? hhuhuhu…

Cepet Sembuh dan Traveling lagi yaa Yogi!

 image1(4)si kembar Yoga Yogi

 

 

Sahabat! Sekian tentang perjalanan Pahawang dan Kiluan dari KLDB. Intinya, Pahawang dan Kiluan sangat aku rekomendasikan. Biaya ke sana tergolong rendah, tapi panorama memuaskan, apalagi kalau bepergian dengan teman traveling yang sejiwa. Dijamin ketagihan!

 

Terimakasih ya atas responnya via email selama ini. Semoga Post kedua ini sudah menjelaskan segalanya. Jangan ragu untuk komen atau kontak langsung ya jika ada pertanyaan lainnya.

>>> anandaramartha@gmail.com

 

IMG_2791

Sampai jumpa lagi di trip-trip selanjutnya.

Salam Traveler Sahabat!!

 

Love,

Ananda Ramartha

 

<< catch the updates on my official social media twitter, Instagram and Steller @allananda >>

 

 

 

You may also like