About Me: Ananda Ramartha, Pru Maharam dan Lupie Mandiri

chooselanguage/pilihbahasa

 

Dear Friends,

Hai, nama penaku Ananda Ramartha, panggil saja Nanda.

Sekilas cerita tentangku, aku adalah orang Bali yang lahir dan besar di Bandung. Background pendidikanku manajemen bisnis perjalanan, yang buat aku suka traveling dan fotografi, dan aku bekerja di bidang EO, dan perhotelan sepanjang karir bekerja sebagai karyawan.

Aku menulis dari usia 13 tahun, tapi sejak masuk industri perhotelan aku berhenti menulis. Bukan tidak suka, tapi karena kesibukanku tidak memungkinkan fokus yang baik untuk menulis atau sekedar membaca dengan teratur lagi.

Singkat cerita, aku menikah tahun 2010, tapi suamiku meninggal di 2011 karena penyakit meningitis. Kami belum punya anak dan sekarang aku belum menikah lagi.

Di tahun 2012, aku putuskan untuk meninggalkan pekerjaanku di perhotelan dan mulai membuka bisnis sendiri. Pikiran ini datang karena ketakutan akan kematian yang bisa datang tiba-tiba, dan membayangkan penyesalan yang akan dirasakan kalau aku bisa saja mati sebelum melakukan apa yang aku impikan, yaitu berbisnis dan menerbitkan bukuku.

Akhirnya aku dan keluargaku menjalankan bisnis kuliner dan juga media hingga 2014. Aku batal mendirikan penerbit karena aku sudah terlalu sibuk. Namun di sana juga semua terpaksa dihentikan, karena tiba-tiba aku jatuh sakit dengan penyakit yang misterius berbulan-bulan. Awalnya didiagnosa demam berdarah, tapi gejala lain yang aneh mulai muncul.

Aku memiliki kelainan darah akut ITP (ideophatic thrombocytopenic purpura) yang menyerang trombosit, yang membuatku mudah lebam dan pendarahan hidung/mimisan hampir setiap hari.  Arthritis yang buat aku tidak bisa tidur tiga bulan karena sakitnya yang luar biasa di sendi kaki. Puncaknya adalah aku sampai sempat lumpuh sementara. Aku juga menderita hypertiroid yang mengganggu jantung juga emosi. Kesemuanya itu menjadikan aku didiagnosa penyakit bernama SLE (systemic lupus erythematosus).

 

image15

Autoimun terjadi saat kekebalan tubuh atau imunitas seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Tipe Autoimun ada ratusan, tergantung apa yang terserang oleh imunitasnya. Salah satu jenis terfatal dari Autoimun adalah Lupus, dimana imunitas menyerang lebih dari satu jaringan atau organ pada tubuh.

Autoimun belum ditemukan penyebab, apalagi obatnya. Kasusku agak aneh, aku minum ratusan miligram steroid setiap hari tapi tetap tidak ada pengaruh signifikan pada tubuhku, selain dari fungsi hatiku malah jadi rusak setengah. Aku hanya bisa meminta pada Yang Kuasa, yang menciptakan penyakit dan obatnya untuk menyelamatkanku. Aku melakukan metode tidak biasa lewat Yoga dan meditasi setiap hari, agar aku dibukakan jalan kesembuhan total. Keadaanku sempat membaik tapi kemudian memburuk hanya dalam seminggu. Di bulan Maret 2015 tubuhku sering rubuh karena mulai kalah pelan-pelan oleh lupusku sendiri.

Tapi, keajaiban terjadi saat aku berpasrah. Dua hari setelahnya, jalan kesembuhanku benar-benar datang. Lewat seorang penyembuh alternatif yang kupanggil Pak Slamet, keajaibanku terjadi.

Akhirnya setelah terapi dengan beliau selesai di Juni 2015, sampai sekarang aku sehat pelan-pelan, tanpa steroid –hampir dua tahun tanpa steroid-. Obat yang masih aku konsumsi hingga kini hanya Tyrozol untuk hypertiroid yang memang sudah seperti penyakit keturunan di keluargaku.

Pasca sakit, aku mulai berpikir apa yang bisa aku lakukan lagi dalam hidupku, yang baru bangun setelah berulang kali terjatuh. Aku dilarang keras oleh orang tuaku -juga dokterku- untuk bekerja dalam tekanan yang sangat besar seperti sebelumnya, padahal aku sudah sembuh dari lupus. Tak lama, aku mulai sadar apa yang paling ingin aku lakukan, yaitu menulis, menerbitkan buku sendiri, dan mencari cara untuk meringankan beban teman-temanku yang masih berjuang dengan lupus. Aku ingin melakukan sesuatu untuk orang sepertiku waktu itu. Terutama karena aku sudah begitu beruntung, karena berulang kali bangkit dan mendapatkan keajaiban luar biasa dari Yang Maha Pemurah.

Akhirnya, aku memutuskan untuk benar-benar membangun perusahaan penerbit, karena aku juga ingin mulai merealisasikan tujuanku. Aku ingin bisnisku juga tujuan dibalik itu bisa berjalan beriringan, searah dan selaras.

 

Tahun 2016, lahirlah penerbit independen bernama CV. Pru Maharam.

img_6987Berbulan-bulan misi Pru Maharam masih belum kuat dan sesuai tujuanku. Aku sendiri pun belum menemukan cara yang tepat hingga akhirnya, kami di Penerbit Pru Maharam, menemukan sebuah jalan, sebuah program bernama Lupie Mandiri.

 

Seorang penyandang Lupus tidak boleh sama sekali mengalami stres yang membebani pikiran. Jika hal itu terjadi maka penyakit tersebut akan kambuh dan meruntuhkan tubuh penderitanya. Maka dari itu banyak dari penyandang lupus yang dilarang bekerja demi menjaga keseimbangan pikiran dari stres berlebihan. Padahal sementara itu, kebutuhan akan obat penekan imunitas khususnya kostikosteroid terus berjalan setiap hari, hingga seumur hidup untuk menyokong kesehatan penyandang lupus.

Bekerja sama dengan yayasan dan komunitas support group bagi penyandang lupus atau autoimun, Pru Maharam mengeluarkan program Lupie Mandiri, yakni memberikan bantuan modal usaha kepada penderita Lupus tidak mampu, yang tidak memungkinkan untuk tetap bekerja. Bantuan ini akan dikumpulkan dan dialokasikan kepada penyandang lupus yang diseleksi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Misi tidak berhenti hanya sampai di sana, Pru Maharam juga bekerja sama dengan Life Transformation Center untuk membuka jalur konseling bagi para penyandang lupus yang menerima bantuan dan yang membutuhkan konsultasi tentang kewirausahaan.

Mungkin timbul pertanyaan mengapa kami tidak memberikan bantuan tersebut untuk obat yang dibutuhkan oleh penyandang lupus. Pahamilah, komitmen demikian hanyalah bersifat sementara, dikarenakan penyandang lupus membutuhkan obat hingga seumur hidupnya. Yang kami maksudkan melalui bantuan seperti ini adalah agar penyandang lupus bisa meraih kemandirian finansial, hingga nantinya akan terus mampu untuk membeli obat sendiri.

 

Maka dari itu, dengan sepenuh hati kami memohon dukungan dari semua pihak, baik itu secara mental maupun material, agar program Lupie Mandiri ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga ke depannya, teman-teman bisa meringankan beban lebih banyak lagi penyandang lupus dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

 

image111

Pada November 2016, novel pertamaku Melodi Damarabika akan terbit. Aku meminta dukungan dari semua untuk penerbit independenku Pru Maharam, dan misi dibalik semua bukuku itu. Karena setiap buku Melodi Damarabika yang teman-teman beli, berkontribusi terhadap dukungan kemandirian finansial penyandang lupus.

Mari sama-sama belajar membahagiakan diri kita dengan membahagiakan orang lain, terutama orang-orang yang sangat membutuhkannya.

 

Terima kasih banyak atas doa dan dukungan Teman-teman setia yang tak henti-hentinya selama ini untukku. Kalian harus tau, memiliki kalian semua dalam hidupku adalah keajaibanku yang lain. Semoga kebaikan kalian semua dihadiahi kemakmuran dan kesejahteraan yang berlipat ganda oleh Yang Maha Agung.

 

I Love You All So Much!

 

Salam Bahagia selalu Teman-teman,

 

 

My Greatest Love,

Ananda Ramartha

 

 

<< catch the updates on my official social media imagesInstagram_Icon_635 @allananda >>

You may also like

3 Comments

  1. Salam kenal ya Nanda… maaf ya, aku sedih bacanya 🙁 turut berduka atas kepergian suami tercinta. Aku juga mendoakan smg sgl upaya pengobatan nanda diberi kemudahan, smg selalu dikuatkan. Sukses juga untuk novel dan semua program Lupie Mandiri

    Salaam
    Dewi

    1. Mbak Dewi, salam kenal ya Mbak. Aktif sekali di dunia per-blogeran nampaknya. Terima kasih ya sudah mampir. Sorry for this very very late response. Aku nge-drop bulan lalu, baru bisa aktif lagi sekarang 😉 GBU ya Mbak, semoga dirimu dan keluarga sehat selalu.

      Love,
      Nanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *