Religion of L O V E

Born to be different, I’ve been there Lizzie. Not just my friends, even my school teacher bullied me. Your story way more amazing than mine Dear, and it breaks my heart to see the meme about you in social media. You repay them well. Be classy always Dear, you’re special ❤


Dear Kind Friends,

Hai, apa kabarnya?

Ingin sharing sesuatu hal yang mengganjal hati saya berbulan-bulan terakhir ini. Memuncak saat saya melihat meme dari wanita dengan kondisi spesial yang sudah memiliki kelainan sejak lahir hingga tubuhnya tidak bisa mengikat lemak, Lizzie Velasquez. Wanita yang dijuluki manusia terjelek di dunia.

 

Oh My God, enough already people! What is wrong with your brain??? Is your cruel brain now stronger than your sincere heart, your compassion??

 

Manusia yang tersesat dalam pikiran sempitnya sendiri, sering menganggap manusia lain lebih rendah dari dirinya. Bisa karena keburukan fisik, ras atau agama. Saya tidak menyalahkan mereka, mungkin karena didikan keluarga, atau karena selalu berada di lingkungan homogen tanpa meluaskan pergaulan dengan kalangan heterogen. Keluarga inti saya, masuk ke lingkungan heterogen sejak dulu dan saya belajar untuk menerima perbedaan sejak saya kecil. Saya dan keluarga saya bertahan, meski sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil pada diri kami dari kaum mayoritas. Kadang itu menyakitkan hati saya, tapi lebih sering saya anggap ‘bully’ mereka sekedar angin lalu saja, karena besar di kota ini juga yang membuat takdir mempertemukan saya dengan beberapa sahabat sejati saya. Karena mereka saya mengerti, tidak semua orang sama pikiran dan perilakunya. Malahan saya jadi sangat betah tinggal di Bandung tercinta.

Sekarang, jika ada orang terdekat saya mengatakan bahwa saya harus membenci manusia lain karena dia berbeda dari saya, saya merasa berterimakasih pada pengalaman kehidupan saya yang membuat saya punya jawaban pasti karenanya, tidak akan. Siapa saya memusuhi manusia atau golongan manusia tertentu? Tuhan saja jelas menciptakan manusia berbeda-beda sejak dulu, bukankah anak kembar dua atau lebih pun punya sidik jari yang berbeda? Kenapa kita tidak mau terima Suratan-Nya, akankah jika kita menentang kita bisa mengundang kekecewaan dan kemarahan-Nya? Apakah justru kitalah yang sudah mengundang kiamat menjadi lebih dekat dengan sifat2 kita yang buruk sangka, keji dan brutal? Ya mungkin, pertanda kiamat sudah sangat banyak bukan?
Tapi memang saya tidak tau itu dengan pasti, yang saya tau dengan pasti adalah hal-hal berikut…

Pada saat saya kesusahan (di dalam dan di luar negeri) saat jauh dari keluarga, yang membantu saya adalah teman yang bukan dari latar yang sama seperti saya atau bahkan pernah orang asing. Mereka membantu, merawat dan menjaga saya dengan tulus. Sahabat-sahabat terbaik saya saat ini semua berasal dari berbagai latar agama dan suku, tapi hanya satu persamaan mereka, mereka sangat menyayangi saya, seperti saya juga sangat menyayangi mereka. Mereka adalah manusia2 berjiwa istimewa karena hanya mau melihat ke dalam kebaikan jiwa saya, bukannya berhenti begitu saja saat melihat permukaan luar kulit saya yang berbeda. Saya beruntung, kehidupan memberikan manusia-manusia ini di dalam hidup saya. Saya banyak belajar cinta kasih tak bersyarat dari mereka.

Pada akhirnya, yang bisa saya katakan hal paling penting dari kualitas seorang manusia bukan seberapa indah rupa, seberapa kaya, seberapa pandai ilmu pengetahuannya atau seberapa hafal dia pada kitab sucinya, tapi hanya satu, bagaimana dia memperlakukan orang lain di dalam hidupnya.

Dari pengalaman saya menjadi minoritas, menjelajahi dunia, bertemu orang-orang yang sangat berbeda latar dari saya, berinteraksi dari hati ke hati dengan teman-teman saya, pada akhirnya saya mulai mengerti, inilah maksud Tuhan kenapa menciptakan kita semua berbeda-beda.

Tanpa perbedaan, dunia statis, cenderung mati, dengan perbedaan dunia dinamis, saling belajar, saling berbagi, saling menguji. Bumi tidak akan tercipta jika segala unsur pembentuknya bersifat sama. Hanya akan ada ruang hampa udara di galaksi. HAMPA.

“Hidup yang tak teruji adalah hidup yang tak layak” -Socrates-

Hakikat menjadi manusia adalah belajar dari ujian-ujian hidupnya. Saya yakin setiap manusia diuji dari yang teringan hingga yang terberat Oleh-Nya. Ada yang makin baik belajar dalam perbedaan, ada yang masih harus banyak belajar dalam perbedaan. Belajar terus hingga nanti kualitas terbaik masing-masing jiwa terbit dari dalam diri. Kualitas kasih sayang, kemanusiaan. Tiada rasa curiga, buruk sangka, dendam atau kekejaman saat manusia bisa mengerti bahwa perbedaan bukanlah ancaman, tapi warna yang membuat dunia terus berputar dalam sebuah ajaran tertinggi yang diajarkan setiap kepercayaan, CINTA KASIH.

“Meski raga kita berbeda-beda, energi jiwa kita sama, sebuah cahaya.” -Ananda Ramartha-

Karena itulah banyak ucapan dari orang bijaksana yang mengatakan, kita semua sama di mata Tuhan.

CINTA KASIH adalah sifat termulia yang selalu menjadi ajaran setiap agama, dan menjadi agama itu sendiri. When you grasp the concept, do it and spread it in your life, I believe the world will be a better peacefull place. He created us with love, and Love is all that matter to Him. So why you did the opposite? Spreading hatred in this beautiful world that we’re really lucky to live in?

Spread love, spread kindness ?

 

My Dearest Friends,

Please stop this negative attitude now. Fill your heart with kindness, compassion or whatever positive things they used to call. Fill your heart with love, make your self understand that Religion of Love is what this earth needed to keep healthy, what God wanted to see in our life, always.

 

Spread the love from now on ’till then, started from your self.

 

My Greatest Love ❤

Ananda Ramartha

You may also like

2 Comments

  1. Mbak Nandaaa… Sangat menginspirasi sekali!.

    Hanya orang dengan pikiran sempit dan berpandangan sempit yang melihat sesuatu hanya dari jeleknya saja.
    Padahal ya Mbak, bukankan banyak orang berhasil di luar sana yang justru mempunyai banyak kekurangan? Baik itu kekurangan fisik maupun finansial. Tapi sungguh luar biasa, mereka mampu.
    Orang sempurna fisik, dan kaya harta pun butuh perjuangan yang hebat untuk bisa lebih berhasil.
    Tapiii… kenapa masih ada saja orang yang nyinyirnya kelewat nyiyir ya Mbak? Gimana kalo kita tenggelamkan? hahaha..

    Semoga kita selalu bisa ngeliat apapun dari yang baik-baikya ya Mbak.. Aamiin.. 🙂
    #bigHUG Mbak Nanda. 😉

    1. wow komen saya dibobol si hacker. Jawab lagi deh buat Mendya hehe. Amin ya negara supaya sehat walafiat mental dan fisiknya karena pengalaman-pengalaman kemarin. Yang selalu menghasut, memprovokasi dan menistakan agama kalau satu dipenjara, ya semua harus dipenjara juga. Adil kan. Katanya supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

      Anyway,
      Salam NKRI!

      Ananda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *