Kenapa aku menghilang dari blog? So sorry…,

Dear Friends,

I’m back! Maaf sebesar-besarnya karena aku benar-benar hilang dari web. Sekarang aku akan jelaskan kenapa.

Aku mengalami masa-masa tergila (lagi) yang buat aku kehilangan keinginan untuk menulis bahkan hanya untuk membuka laman sosial mediaku saja. Bisa dibilang aku mengalami gangguan mental yang cukup serius, yang buat aku sampai harus periksa ke seorang psikiater.

Di 2017, berbulan-bulan aku mengalami mimpi buruk, berhalusinasi, mendengar suara-suara dan melihat kehadiran mahkluk-makhluk gaib yang cukup membuat aku sulit tidur. Saat itu berlangsung, aku hanya bisa tidur maksimal 4 jam setiap malamnya, hingga berat badanku drop ke 40kg. Padahal pertengahan 2018 sudah normal di 45kg setelah bertahun-tahun masih terkena efek obat steroid sampai bengkak (50-55kg).

bad months

Hal ini dimulai pada saat aku putus dengan ehem (mantan) di akhir 2017, yang kemudian makin parah saat Tanteku (Buin) dan Ayah Mertuaku meninggal di awal tahun 2018 . Sebagai mantan lupie, tentunya aku waspada karena ini bisa menimbulkan efek stress yang bisa membangkitkan lagi autoimunku, atau lebih parahnya, lupusku.

Akhirnya di akhir 2017 aku putuskan periksa ke psikiater, dan menurut Bu Dokter, aku mengalami PTSD berkepanjangan soal kehilangan yang ditimbulkan sejak kehilangan almarhum suamiku. Jujur, salah satu alasan aku putus dari mantanku itu adalah karena aku terus bermimpi buruk tentangnya. Dari kekerasan, perselingkuhan hingga dia meninggal dunia. Kondisi mentalku saat itu pasti sangat menekannya, karena aku seringkali emosi tanpa alasan. Sampai akhirnya, kami memutuskan untuk berpisah yang justru setelahnya, kondisi mentalku makin buruk.

Setelah mengetahui hasil analisa dokter, aku lebih tenang. Karena segala yang dikatakannya masuk akal, sesuai dengan apa yang aku alami. Beliau bilang, aku hanya perlu diberikan sedikit obat Anti Anxiety (anti kecemasan) sampai zat kimia di otakku membaik lagi. Beliau sadar cobaan demi cobaan hidupku membuatku stress dan sedikitnya mengganggu fungsi kerja otakku (yang jujur setelah lupus jadi semakin tumpul rasanya lol).

Baru menyadari hal tersebut, dua orang yang aku cintai meninggal, hanya dalam jarak satu bulan. Sedih tak terkatakan, karena Buin ikut dengan keluargaku sejak orang tuaku menikah. Beliau yang tidak menikah, merawat aku dan adik-adikku seperti anaknya sendiri. Setelah berbulan-bulan menderita ‘asam urat’ dan ‘pengeroposan tulang’, baru dua minggu sebelum Buin meninggal diketahui bahwa yang diderita olehnya adalah kanker payudara stadium 4.

Gila! Aku sungguh merasa bersalah karena sebagai konsultan yang biasa menangani lupus, aku malah luput melihat penyakit yag diderita Buin. Rasa bersalah, tidak lepas dariku pada waktu itu. Tapi, itu seperti sudah digariskan. Karena Buin sudah pergi ke beberapa dokter, dirawat di rumah sakit dan bahkan pergi ke Pak Slamet yang membantuku saat lupus namun tidak ada satupun yang melihat penyakitnya sebagai kanker.

Hingga pada suatu hari aku bermimpi, Buin berteriak memanggil aku “Nanda, tolong Buin, Nanda tolong. Nandaa!”

Aku tersentak dan terbangun seketika, duduk dan lari ke kamarnya karena aku sungguh mengira Buin benar memanggilku. Saat tiba di kamarnya aku terkejut, karena aura Buin sungguh gelap. Aku yang saat itu belum tau kenapa aku bisa tau auranya gelap mendadak gemetar dan memegangi kakinya. Aku takut dia tidak bernafas. Waktu itu jam 8 pagi, dan aku baru tidur 3 jam karena yah, kondisi mentalku.

Aku langsung periksa nadinya, ternyata Buin sedang tidur sambil menahan kesakitan. Entah bagaimana, di sana aku tau Buin tidak hanya ‘asam urat’. Aku bangunkan Buin dan mengatakan,

“Ini, bukan asam urat. Ayo, aku ajarin meditasi ini supaya Buin bisa angkat nama penyakitnya dan bisa cepat sembuh. Tapi kalau terasa lebih sakit, tolong bilang dan kita langsung ke rumah sakit ya.”

Buin menurut, dan tepat pada malam tahun baru Buin minta dirawat karena sudah tidak kuat. Hingga akhirnya pada tanggal 16 Januari 2018, Buin berpulang untuk selama-lamanya. Yang tak lama, disusul oleh Ayah Mertuaku karena gagal ginjalnya.

Kesedihan demi kesedihan menerpa, setiap malam aku mendengar puluhan orang menangis di kepalaku hingga aku ikut menangis. Aku merasakan penderitaan mereka. Baru pada akhir Maret 2018 aku mengerti apa yang sedang terjadi padaku.

Temanku, membawa kartu tarot dan menunjukkannya padaku. Aku yang sejak dulu anti tarot terkejut melihat indahnya seni tarot tersebut. Tidak menakutkan, bukan barang iblis tapi ini seni tinggi. Sambil mengamati satu persatu kartu itu, tanpa terasa aku membuka kartu tersebut begitu saja sambil bicara. Temanku, lelaki macho yang gagah dan pemberani menitikkan air mata sampai membuatku terkejut.

“Kamu, kenapa bisa tau belasan tahun traumaku?”

“Hah? Tau apa?”

Dia melihatku tajam. Aku hanya tau sekilas dia punya indra keenam yang terbuka dan aku merasa dia sedang ‘membacaku’.

“You know what, you are a gifted healer.”

Katanya aku adalah penyembuh alami, lalu lembaran baru hidupku pun dimulai. Tak lama, aku mengetahui bahwa apa yang terjadi padaku selama ini adalah kebangkitan spiritual, dimana seluruh dimensi dunia mulai terbuka lebar dan mulai kurasakan. Aku pun berkumpul dengan teman-teman senasibku yang tergabung dalam komunitas Lightworker dan Twin Flame. Ternyata, hidupku yang penuh ujian adalah untuk kebaikan yang lebih besar. Aku harus mengalami kejatuhan demi kejatuhan yang luar biasa agar aku mampu menginformasikan pada mereka yang sama mengalami, bagaimana caranya bangkit kembali.

Akhirnya, setelah sejak Maret melawan bisikan ini, pada Juli 2018 aku mulai mengeluarkan video tarot pertamaku di youtube, yang ternyata direspon dengan luar biasa terutama oleh mereka yang mengalami nasib serupa denganku. Dan, jumlah mereka tidaklah sedikit. Siapa yang sangka, bacaan tarotku bisa membedah psikologi yang bahkan sudah terkubur bertahun-tahun. Aku saja masih tidak menyangka punya bakat ini lol.

Makin hari aku semakin terbiasa menjadi semacam ‘healer’ dengan bakat spiritual yang ternyata berguna untuk kebaikan orang banyak. Dalam waktu 6 bulan, aku menangani sekitar 1000 kasus hingga energiku cukup terkuras. Uniknya, banyak dari mereka ini pun terkena ujian penyakit seperti lupus dan lainnya.

Sekarang, tarot bagiku adalah hidup dan caraku mengerti energi. Alasan mengapa berbulan-bulan aku merasa tertekan adalah karena aku menerima energi gempa, ribuan orang yang memanggilku di dalam duka dan juga menerima kehadiran Entitas yang lain di dalam hidupku, yang hidup berdampingan dengan dimensi manusiaku. Terima kasih J sudah menginformasikan tarot padaku. Kamu berjasa selamanya!

Mudah? Sama sekali tidak, tapi lagi-lagi, tanpa ujian ini aku tidak akan pernah tau sebesar apa kekuatan jiwaku. Energy Healing adalah bidang studiku, yang sekarang membuatku sangat mengerti mengapa aku bisa menaklukkan penyakit lupusku.

Aku akan menceritakan dengan detail semua perjalananku dan cara terapiku dalam buku Way of Ray. Semoga tahun ini aku akan bisa menerbitkannya. Aku sudah tidak sanggup menangani ribuan orang yang ingin berkonsultasi denganku tentang segala problemanya.

//youtube.com/c/AnandaRamartha

Aku menerima terapi berbayar untuk ini, tapi pelayanan gratisku dapat kamu tonton di Youtube Channel, Ananda Ramartha. Aku berharap, di channelku, komunitas ini dapat berbagi dengan aman dan mendapatkan kekuatan. Di sini kamu akan bisa menemukan tema-tema spiritual dan fun reading tarot tentang cinta, karir dan lain sebagainya. Aku harap channelku bisa menghibur dan menginspirasi. Jadi tidak akan jauh dari aku yang inspirator dan motivator seperti dulu. Di sana bahkan aku buat cerita bersambung, Journey To Home yang sudah taman Desember 2018 lalu. I hope you’ll enjoy it as much as you enjoy my blog before.

Favorit subscriberku memang video tarot. Coba tonton dulu, kamu akan tau tarot itu bukan alat iblis kok hihihi. Langganan dan nyalain notifikasinya ya. Ini Link Channelku http://youtube.com/c/AnandaRamartha

Sekarang kamu tau kenapa aku hilang dari blogku, lol. Karena ternyata, panggilan utamaku ada di sana, melalui platform youtube.

Maaf ya, aku harap kamu mengerti, dan memaafkan keabsenanku selama ini. Tapi, kita bisa bertemu di sana lewat media video yang sekarang juga jadi favoritku selain media tulisan.

I Love You So Much Soul Families, I won’t be away again, at least you can find me on my youtube. I have 200 hudreds ish videos there hehe.

May God bless you always,

Sending you so much love, ray and light.

  • a n a n d a

You may also like

1 Comment

  1. Saya kenal kak ananda dri vlog yg udh bertebaran di youtube,, dari segala hal yg di sampaikan kak nanda terus terang saya lbih suka mendengarkan hal2 yg kak nanda omongkan ketimbang saya membaca artikel kak nanda,, maaf, ini persepsi saya bukan org laen,, tapi saya salut krn bnyk inspirasj yg udh saya dapatkan dri vlog kak nanda,, mksih, byk hal positif yg saya dapatkan dri vlog kak ananda,, saya tunggu slalu vlog2 baru kak ananda,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *